Postingan

Hakim Agung Jalur Non-Karier: Sebuah Kelaziman yang diperlukan

Dini Wahyuni Staf Biro Rekrutmen, Advokasi dan Peningkatan Kapasitas Hakim Komisi Yudisial RI Perdebatan mengenai proses rekrutmen calon hakim agung dari jalur karier dan non karier antara Mahkamah Agung (MA) – Komisi Yudisal (KY) memuncak setelah MA mengirimkan “surat cinta” ke KY perihal permintaan pengisian kekosongan jabatan hakim agung di Mahkamah Agung, yaitu 3 dari kamar perdata, 2 dari kamar militer, 1 dari kamar pidana, 1 dari kamar agama, 1 dari kamar TUN khusus pajak. Namun yang ada “permintaan khusus” dari surat tertanggal 20 Juli 2018 tersebut bahwa MA meminta agar 7 dari 8 hakim agung direkrut dari hakim karier (hanya hakim TUN khusus Pajak yang berasal dari hakim karier/umum). Dalam surat tersebut MA mencantumkan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 53/PUU-XIV/2016 sebagai rujukan permintaan. Putusan a quo menguji pasal 6B ayat (2), Pasal 7 huruf a butir 4 dan butir 6 serta Pasal 7 huruf b butir 1 angka 4, butir 2 dan butir 3 Undang-Undang Nomor 3 T...

Penerbangan Pertama Fatih

Kemaren banyak yang nanya, gimana pengalaman bawa bayi naik pesawat? Apa tipsnya biar ga rewel? 2 minggu sebelum berangkat, saya tiap hari googling dan nanya2 sama temen yang pernah bawa bayi naik pesawat juga. Jadilah dapat saya simpulkan sebagai berikut: 1. Pakein baju yang nyaman buat bayi. Kalau saya pakein celana panjang, baju panjang, dan kaos kaki (selimut opsional aja, karena ada bayi yang ga suka diselimutin) 2. Bikin capek bayi sebelum berangkat, ajak dia main dan bawa keliling2 ruang tunggu.  3. Masuk paling akhir (ga usah ikut ngantri pas boarding, selain capek, juga untuk meminimalisir nunggu lama di dalam pesawat) Kalau fatih ga betah duduk diem lama. Dia senengnya jalan2. Haha. 4. Pakein earplug bayi dan ditambah pake plester putih biar ga copot. Earplug ini fungsinya untuk meminimalisir kebisingan ya, jadi bukan ngilangin rasa sakit karna perbedaan tekanan udara. Nanti dijelasin di no.5 5. Nenenin saat take off dan landing, nah inii.. inilah yang b...

MPASI Fatih

Weekend ini lagi semangat-semangatnya nyiapin MPASI Fatih. Kamis kemaren fatih baru selesai vaksin DPT3 sama DSA favoritnya bunda fatih. Cerita soal mpasi, saya jelasin ke dokter kalau fatih skrg sedang makan menu tunggal. Udah hampir seminggu. Trus dokternya tanya, respon fatih gimana? Mau ga? Alhamdulillah mau banget, dia selalu lahap makan apa aja. Trus dokternya diem, ngambil catatan, dan mulailah dokter ngasi penjelasan yang bikin saya kaget. Dokter bilang menu tunggal tidak lagi diajurkan, saya dianjurkan untuk langsung bikin bubur susu buat Fatih, bahkan dokter juga menganjurkan beli aja bubur bayi kemasan yang banyak dijual di pasaran. Saya tanya, apa itu ga ada pengawetnya? Trus gimana dengan gula garam yang ada di produk tersebut? Dokter bilang, proses pembuatan bubur bayi kemasan harus mengikuti standar WHO sehingga pilihlah yang sudah ada ijin BPOM, produknya pun tidak awet lama, karena pengawet, gula dan garam yang digunakan pun aman untuk bayi. dokter juga menjela...

Muhammad Syarif Alfatih-17 Agustus 2017

Di setiap doa, saya selalu menyelipkan permintaan kepada Tuhan, agar ketika hari lahiran tiba, saya diijinkan untuk melahirkan di malam hari, karena saya pasti akan panik kalau melahirkan di siang atau sore, terjebak di tengah kemacetan Jakarta dengan kondisi mules pasti sungguh tidak enak (korban sinetron). Seminggu menjelang melahirkan, hasil lab saya menunjukkan bahwa HB saya rendah, sehingga saya dianjurkan dokter untuk infus zat besi 3x dalam kurun waktu seminggu (2 hari sekali). Ketika itu saya masih 35 minggu. Jadilah saya melakukan infus venofer selama 3x. kegalauan memuncak ketika di usia kandungan 38 minggu, dokter kandungan saya cuti, jadilah selama infus dan ngecek hasil lab kembali, saya sempat ganti dokter 2x, tapi masih di YPK Mandiri. Ketika saya dan suami cek ke dokter winur, bayi masih floating katanya, belum pas neken di panggul. Trus dijelaskan kalau mengalami salah satu dari tanda-tanda berikut, langsung ke RS. Tanda-tandanya, keluar cairan atau darah di jal...

kruk

Jakarta, 30 Maret 2016 Semalam alam bawah sadar saya kembali mengingatkan akan sosoknya, dada rasanya sesak. Entah dimana tempatnya, tapi saya dan dia bertemu di tempat yang indah, banyak sungai dan orang-orang yang bergembira. Kami berpelukan lama, sangat lama. Seolah tahu bahwa kami takkan bersatu kembali karena alasan yang kami juga tahu mengapa. Tak ada yang bisa menentukan mimpi apa yang kita inginkan pada setiap malam, bukan? 

Mengurus Visa Korea Selatan

Gambar
Korea selatan merupakan negara yang sangat ingin saya kunjungi dari saya masih kuliah (sekitar 6 tahun yang lalu). Namun, impian itu tertunda karena kondisi keuangan saya yang seluruhnya masih ditanggung orangtua. Keinginan itu semakin kuat, bahkan sempat terucap bahwa saya ingin ke korea sebelum saya menikah (ntah apalah hubungannya). saya percaya, ucapan itu bagian dari doa, karena saya belum ke korea, rencana menikah saya pun tidak mulus (hipotesis sendiri, haha). Singkat cerita, desember 2015 lalu saya nekat beli tiket Promo AA Jkt-Seoul untuk keberangkatan April 2016, dengan melalui beberapa tahapan drama kehidupan karena bingung mau ngajakin siapa dan dari sekian banyak yang diajakin juga ga tertarik ke Korea. akhirnya.. Alhamdulillahnya…. Febby (ceby) Mellisa menyanggupi buat nemenin saya yang galau pengen ke Korea. Makasih eby,, :* Akhirnya kesibukan persiapan untuk apply visa pun kami lakukan, mulai dari “mempercantik” rekening tabungan, foto buat visa, booking ...

Kado Ulang Tahun; Komisi Yudisial

Dimulai dari pengalaman magang saya di LBH Padang pada tahun April 2013 lalu yang akhirnya memperkenalkan saya dengan kerja-kerja yang dilakukan oleh Komisi Yudisial. Hal tersebut secara tidak langsung menarik minat saya untuk ikut terlibat dengan Komisi Yudisial secara langsung. Pada agustus 2013 saya melanjutkan S2 di UGM, kemudian pada tahun ini KY membuka formasi CPNS cukup banyak, dan sayapun ikut mendaftarkan diri. Namun karena jadwal tes tersebut berbenturan dengan jadwal kuliah saya di UGM  dan lokasi tesnya di Jakarta, yang tentunya memakan waktu yang tidak sebentar,  saya urung mengikuti tes tahap selanjutnya. Namun, keinginan hati masih saja tertambat pada Komisi Yudisial. Tahun 2014, tidak disangka KY masih menerima pendaftaran CPNS, walaupun hanya untuk 13 formasi saja (agak ngeri-ngeri sedap juga, apalagi kementerian lain menawarkan formasi yang jauh lebih banyak). Entah kenapa, walaupun hanya sedikit, rasanya hati mantap mendaftar di KY, apalagi Tahun ini k...